Malam ini…. kita sendiri.., hanya kita.., duduk mengeliligi… yang jelas kita telah mengerti apa yang akan kita hadapi…. penuh kesiapan. Melihat ke depan sambil berpegangan tangan melekatkan hati, memberi kekuatan dan senyuman ketenangan… Sungguh luar biasa bagi kami sudah sejauh ini yang kita dapat lakukan. 

Tuhan malam ini adalah malam yang Engkau anugerahkan bagi kami, kami hanya tim yang kecil namun belajar akan hal yang besar di dalam Mu.. Aku percaya, jika dulu Engkau dapat melakukan mujizat, dan saat ini mujizat Mu telah nyata bagi kami. 

Kami Berangkat

Comments No Comments »

Kegugupan, ketakutan, saling merendahkan, tidak percaya diri, tidak saling mengenal dan memahami, tidak mau menangisi, tidak mampu melihat diri ialah kelemahan kami dan semua seperti memiliki muka yang mencerminkan kemunafikkan. Terjadi dan terasa semakin lama semakin terasa tidak damai sejahterah………… Kenapa? dan semua tertuju pada kami. Padahal sudah terasa panggilan-Nya, bahwa kita di sini dan bekerja di sini. Lalu hanya segitu kah? kenapa dengan berat dan amat berat. 

Kami berpegangan tangan dan kadang saling menatap satu dengan yang lain dalam hati dengan mata tertutup,, kenapa harus seperti ini?? ketika kami menyadari, ternyata belum terlambat. menyadari bahwa dia membutuhkan aku, aku membutuhkan dia, dan mereka membutuhkan kami, kami membutuhkan mereka, keterbatasan kami, merupakan kelengkapan satu dengan yang lain. Ternyata selama ini dia mendoakan aku, mereka mendoakan kami. Aku?? aku mulai mendoakan dia dan mereka… Aku membuka mata dan hatiku. Kulihat mereka nyata di depanku. Kesalahan dan kecerobohan telah terungkap kini. Kami telah menjadi satu. dan akan tetap menjadi satu.

ini kami Tuhan, bawa kami dengan kesiapan kami… kami bersyukur pada-Mu. Kami siap Berangkat..

Comments No Comments »

Tentang pelayanan, aku baru menyadari dan mengetahui tentang pelayanan yang kita lakukan. Awalnya kita adalah murid yang belajar untuk memahami dan mengerti akan suatu pengajaran. Tapi biasanya, pengajaran yang di dapat hanya merupakan suatu gambaran semu ataupun teori saja. Ketika kita mulai memahami dan mengerti berarti pengajaran yang didapat sudah dirasakan secara nyata. Kita melayani berarti kita sudah mengambil bagian di ladang Tuhan. Namun ladang yang digarap biasa sudah ditetapkan oleh majikan dimana pekerja harus menggarapnya, sehingga pekerja dapat bekerja di ladangnya masing - masing. Mungkin ada pekerja mendapat ladang yang tanahnya sudah subur sehingga pekerja tak perlu lagi membuat tanahnya menjadi subur tetapi menjaganya agar tanah dan tanamannya tetap aman. mungkin juga ada pekerja mendapat ladang yang tanahnya tandus dan berbatu ditambah rumput liar yang begitu padat, yang berarti pekerja harus membersihkannya terlebih dahulu agar tanaman dapat ditanam. Teringat akan Firman-Nya dalam 1 Korintus 10 : 13, ” Pencobaan - pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. …” Kita memiliki karakter yang berbeda. Sehingga ada pekerja mendapat ladang yang subur dan ada ladang yang tandus. “... Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. …” Namun Dia tidak pernah meninggalkan pekerja mengerjakan melampaui kekuatannya. “… Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Kadang juga kita terbeban hati ketika ladang pekerja lain mendapat ladang yang lebih sukar. Sehingga kitapun mau bekerja di ladang pekerja itu. Jika ada pekerja lain lagi, kita terbeban hati lagi sehingga sehingga kitapun mau bekerja di ladang pekerja itu lagi. Hasilnya!! ladang pekerja lain tak terselesaikan, yang satu juga begitu, apalagi ladang milik sendiri. Sebab Yakobus 1 : 8 “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Yang Majikan mau walau hanya satu ladang tapi ladang-Nya subur membuat tanaman tambah bertumbuh dan sehat dan menghasilkan buah pula.

Kadang kita melihat suatu pelayanan yang satu dengan yang lain, ketika kita berada dalam suatu pelayanan misalkan dalam pelayanan Persekutuan Anak Muda, mungkin kita berbeban hati di pengurusan Persekutuan Anak Remaja atau dalam persekutuan lain misalnya paduan suara, atau di komunitas komunitas lain. Wajar dan tidak apa-apa, karena kita berbeban hati karena mereka. Tapi mungkin kita bisa mendoakan saja. Karena arti dari pelayanan itu bukan sebanyak - banyaknya namun sebaik-baiknya dan Tuhan pun melihat akan itu.

Ketika kita pekerja di ladang yang tanahnya tandus, berbatu dan memiliki rumput liar yang sangat padat. Pekerja harus bisa membuat tanah ladangnya menjadi subur walau berat. Tetapi kita pekerja yang beruntung, sebab ketika kita mencabut rumput liar di samping kita ada Majikan kita yang ikut mencabutnya, ketika kita memisahkan batu denga tanah di sebelah kitapun Majikan ikut memungut batu, dan ketika kita memulai membajak tanah, Majikan itu ada dekat dengan kita sambil tersenyum ” Tenanglah! Aku ini, jangan takut! ” Markus 6 : 50.

Comments No Comments »

Banyak yang dilihat, tapi sedikit yang dimengerti. Mem - Pelajari tentang kasih ternyata rada - rada susah, tapi hasilnya banyak kenangan yang didapat. Apalagi ketika melihat sesuatu yang lebih kecil. Terkadang tidak terpikir tapi dibuat - Nya hingga kita terpikir. Tiada Tuhan Selain Dia.

Aku melewati mereka,  namun mencoba untuk sejenak terpikir. Kenapa yang diberikan kepadanya begitu beda dengan ku, aku memiliki dan dia tidak memiliki. Apa yang dimilikinya mungkin aku memilikinya. Tapi takut untuk bertanya padanya, kenapa jalan yang dipilihnya begitu rumit? Aku mengetahui ketika pertanyaan itu tiba dekat dengan nya. Ketika jam malampun sudah menunjuk sekitar 8-9 malam di terminal, ketika itu angkot maupun taksi sudah jarang tak terlihat. Namun harus selesai malam itu. Pertanyan yang jatuh, dan jawaban yang terlintas. Dan sebungkus nasi yang kini uda jadi sampah….

Kehadiran seseorang emang penting dalam kehidupan, berdiskusi, menyapa, memberi kehangatan kasih, itu emang penting. Walau kadang ego datang tapi coba tuk sejenak melihat saja dan menyapa, agar mereka tau mereka tak sendiri. Tangis pasti ada dan tawapun mungkin akan terlihat, dengan menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya pasti kelegaan datang. Ceritakan apa yang dapat diceritakan sebagai obat untuknya.  walau nasinya saling berbagi, minum juga.  Pertobatan dan pemulihan akan terjadi.

Dan ucapan terimakasih ada padanya atas kehadiranku dan ada padaku juga atas kehadiran - Nya.

Tuhan….. Terima Kasih…

Comments No Comments »

1 Yohanes 5 : 11;12
Dan inilah kesaksian itu : Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
Jaminan Kesalamatan

Yohanes 16 : 24
Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu.
Jaminan Jawaban Doa

1 Korintus 10 : 13
Pencobaan - pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan - pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai ia akan memberimu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Jaminan Kemenangan

1 Yohanes 1 : 9
Jika kita mengakui dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia kan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Jaminan Pengampunan

Amsal 3 : 5;6
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada penmgertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala tingkah lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Jaminan Bimbingan Tuhan

Comments No Comments »